Kali ini, ditemukan skandal pemalsuan emas terbesar dalam sejarah, yang mana lebih dari 4% cadangan emas resmi Negeri Tirai Bambu tersebut kemungkinan palsu.
Donald Trump mengatakan dia tidak memberikan sanksi ke pejabat China terkait penahanan Uighur karena ia kini berada di "tengah-tengah perjanjian perdagangan".