Dampak krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 turut dirasakan Kaesang Pangarep. Namun, ia enggan melakukan PHK ke karyawannya yang berjumlah 500-600 orang.
Program pelatihan yang dikembangkan yaitu program pelatihan memasak, pembuatan baju APD (hazmat), masker, pelindung wajah (face shield), hand sanitizer dll.