Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya swasembada pangan sambil membuka peluang impor. Tujuannya, efisiensi distribusi dan perlindungan industri dalam negeri.
Penghapusan kuota impor dapat mendorong pertumbuhan sektor logistik. Namun, lonjakan impor berpotensi membebani infrastruktur logistik yang belum optimal.