Nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat terhadap sejumlah mata uang dolar yang digunakan berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Singapura.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berlanjut, bisa tembus Rp 18.000. Analis menyoroti faktor struktural dan kebijakan pemerintah.