Meski sejatinya Smartfren adalah penyedia layanan telekomunikasi, tak bisa dipungkiri kalau seri ponsel Andromax memiliki andil besar untuk menopang kinerja operator CDMA tersebut. Tapi siapa sangka kalau Smartfren ternyata ingin move on dari Andromax, kok?
Memulai uji coba di Bali, Smartfren dipastikan akan segera komersialisasi layanan 4G pada semester II tahun 2015 ini. Soal tarif, Smartfren juga memastikan tak akan ada kenaikan harga.
Presiden Jokowi telah menargetkan Indonesia bisa swasembada pangan dalam 3-4 tahun ke depan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak.
Setelah lama ditungggu-tunggu, Smartfren akhirnya memberikan kepastian tentang jadwal kehadiran OS Cyanogen di Andromax. Custom ROM itu bakal lebih spesial karena hadir di perangkat yang sudah mendukung 4G LTE.
Tahun 2014, Smartfren Telecom mencatat kerugian hingga Rp 1,379 triliun. Tak ingin hasil negatif itu terulang, Smartfren sudah menyiapkan sejumlah strategi agar bisa mengejar keuntungan.
Permintaan pasar akan smartphone di bawah Rp 1 satu diyakini masih cukup besar. Hal inilah yang mendorong Smartfren Telecom merilis ponsel kembar Andromax C3s dan C3si.
Cukup lama tak terdengar, Smartfren akhirnya kembali bersuara di tahun 2015. Operator telekomunikasi dengan layanan CDMA ini masih coba memikat dengan merilis ponsel pintar murah, kali ini andalannya adalah Andromax C2s.
Dibandingkan Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, ada satu lagi operator yang sebenarnya punya pita frekuensi yang cukup lebar untuk 4G LTE. Siapa lagi kalau bukan Smartfren yang punya kavling paling besar di 800 MHz dan 2,3 GHz.
Andromax V3S didandani Smartfren untuk mereka yang hobi selfie. Seperti kehadiran LED flash pada kamera depan, tentunya bakal membuat aksi selfie menjadi semakin mantap.