Restrukturisasi BUMN melibatkan lebih dari sekadar efisiensi; penting untuk mempertimbangkan kepentingan negara, tata kelola yang baik, dan pengelolaan aset.
Presiden Prabowo Subianto berencana memangkas jumlah BUMN dari lebih 1.000 menjadi 250. Ia menilai banyak BUMN tidak menguntungkan dan membebani anggaran.