Presiden Prabowo Subianto berencana memangkas jumlah BUMN dari lebih 1.000 menjadi 250. Ia menilai banyak BUMN tidak menguntungkan dan membebani anggaran.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintahan tidak akan memberikan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Agrinas Pangan Nusantara.