Badai demokrasi benar-benar telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Dari artikuasi di mimbar-mimbar demonstrasi, hingga bermetamorfosa menjadi bahasa moncong-moncong senjata.
Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir menuding Amerika Serikat sebagai dalang penangkapan dirinya. Karena tudingan itu tak berkaitan dengan dakwaan, jaksa penuntut umum enggan menanggapi.
Terdakwa Abu Bakar Ba'asyir hari ini membacakan eksepsi pribadinya setebal 90 halaman. Pendiri JAT itu menangis saat membaca beberapa ayat Alqur'an yang ada di materi eksepsinya.
Hasil penyelidikan Polri, Abu Bakar Ba'asyir adalah Amir Tandzim Al Qaidah, kelompok militer yang berlatih di Aceh. Namun, Polri belum bisa menemukan kaitan Ba'asyir dengan Al Qaeda pimpinan Osama Bin Laden.
Polisi menuding Abu Bakar Ba'asyir sebagai pimpinan sejumlah kelompok teroris. Ba'asyir diberi posisi Amir dari sejumlah organisasi yakni Kompak, JI , JAT, NII.
Tim Densus 88 Mabes Polri masih terus memburu teroris yang bersembunyi di NAD. Sebuah kelompok yang mengklaim dirinya sebagai Al Qaidah, muncul di internet dan membuat pernyataan soal kegiatannya di NAD.