Satu per satu pimpinan KPK diperkarakan. Kredibilitas Samad diserang. Bambang Widjojanto ditangkap. Adnan Pandu Praja dilaporkan ke polisi. Ada dendam kesumat.
Penetapan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan pelaporan Adnan Pandu Praja dinilai memperkeruh suasana. Presiden Joko Widodo diharapkan turun tangan karena persoalan ini melebihi kasus Cicak vs Buaya.
PDIP menjadi salah satu sasaran kemarahan publik atas penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Publik marah lantaran menilai penangkapan itu sebagai balas dendam lantaran KPK tetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.
Friksi antara KPK dan Polri selalu menjadi kekhawatiran publik namun berulang kali terjadi. Ketegangan antara dua lembaga penegak hukum ini sudah menjadi siklus tiga tahunan.
Mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah menyayangkan kasus penangkapan Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri. Kasus ini seperti membuka kembali luka lama antara KPK versus Polri.
Penangkapan pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Jumat 23 Januari 2015 makin mempertajam aroma perseteruan antara POLRI dan KPK. Inikah Cicak Vs Buaya jilid 3?
Hubungan Polri dan KPK gaduh setelah Bareskrim Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Jika disadari, semua persoalan yang begitu rumit saat ini berawal dari ketidaktegasan Presiden Joko Widodo.
Kondisi di depan gedung KPK hari ini lain dari biasanya. Semakin malam, gedung KPK semakin ramai oleh para pendukung KPK yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mereka berkumpul karena ada informasi bakal ada situasi genting di KPK pada malam hari ini.
Puluhan aktivis di Aceh menggelar aksi diam di depan Mapolda Aceh sebagai bentuk protes terhadap penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. Penangkapan Bambang dinilai sebagai upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut.