Mass rapid transit (MRT) dan monorel diharapkan menjadi transportasi publik yang andal sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang. Tapi industri otomotif tetap optimistis penjualan mobil tak terpengaruh.
Pengguna angkutan publik masih 13 persen dari total pengguna jalan Jakarta. Apabila MRT, monorel, serta pembatasan kendaraan pribadi berjalan efektif, rasio menjadi 40 persen. Mungkinkah?
Tidak hanya elite Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf yang menilai miring kinerja Gubernur Jokowi. Kalangan politikus lawan politik partai Jokowi, PDIP, di DPRD DKI juga ikut berkomentar miring terhadap Jokowi meskipun baru setahun memimpin ibu kota.
Komuter yang menanti-nantikan MRT dan monorel, memang harus lebih bersabar. Pembangunan moda transportasi ini tidak berlangsung simultan, melainkan bertahap. Kapan selesai?
Politisi Partai Demokrat (PD) Nurhayati Ali Assegaf mengkritik setahun masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Menurut politisi PDIP Charles Honoris, kritikan Nurhayati tidak penting.
Jakarta Eco Transport (JET) tahap I ditargetkan selesai 2016 dan dapat mengangkut 47.000 penumpang/jam. Namun bukan berarti ada monorel kemacetan Jakarta bisa hilang.
Jakarta Monorail memilih kereta monorel buatan China untuk di jalur dalam kota Jakarta. Jumlahnya 200 kereta akan didatangkan dari negeri tirai bambu itu, bertahap selama 3 tahun.