Memperingati Hari Perempuan Internasional hari ini, kapitalisme gloobal menjadi sasaran kritik tajam. Kritikan tajam itu datang dari muslimah HTI yang menilai kapitalisme mendorong kehancuran institusi keluarga, kekerasan terhadap perempuan dan pembunuhan.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengutarakan cara unik untuk menyiasati syarat keterwakilan 30 persen perempuan di kepengurusan, sebagaimana diatur UU Parpol.
Nama lengkapnya, Nurhayati Ali Assegaf. Tapi dia sangat bangga dipanggil "Indonesia". Saat memimpin sidang di forum internasional, memang bukan namanya yang disebut, tapi nama negara asal Nurhayati: Indonesia.
Partai Politik kecil menyatakan keberatan dengan persyaratan pendaftaran dan verifikasi parpol yang akan ikut dalam Pemilihan Umum tahun 2014. Menurut mereka persyaratan untuk pendaftaran terlalu berat.
Pembuat undang-undang pemilu selalu menetapkan banyak tujuan. Jika pemilu gagal mencapai tujuan itu, bukan karena salah penerapan, tetapi dari awal masing-masing tujuan memang tidak sejalan dan bahkan saling bertentangan.
Pada hari pertama pendaftaran partai politik, pihak Kementerian Hukum dan HAM belum menyediakan tempat secara khusus untuk malayani pendaftaran. Tempat pendaftaran akan dilakukan sambil jalan karena pendaftaran pada hari-hari awal biasanya masih sepi.
Tingkat keterpilihan perempuan di parlemen lokal berhubungan erat dengan tingkat pembangunan manusia di wilayah yang bersangkutan. Semakin bagus indikator pembangunan manusia, semakin tinggi keterwakilan perempuannya.
Perubahan formula calon terpilih berdasar suara terbanyak, ternyata tidak banyak mengubah cara berpikir pemilih dalam menjatuhkan suara. Hampir semua calon terpilih berasal dari nomor urut kecil: 1, 2 atau 3. Demikian juga dengan calon perempuan terpilih.