Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, ada sedikitnya 25 juta keluarga yang hingga saat ini tak memilik kemampuan untuk membeli rumah.
Menteri PU Basuki Hadimuljono mengaku sedang merangkul para pengembang besar untuk mendukung pembangunan rumah subsidi atau rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Serapan anggaran di berbagai kementerian sektor ekonomi rata-rata masih sangat rendah. Hingga akhir Agustus 2015, serapan paling tinggi mencapai 59%, dan yang terendah 18%.
Anggaran subsidi pembiayaan perumahan dari APBN-P 2015 sebesar Rp 5,1 triliun telah habis. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) minta tambahan.
Beberapa analisa mengenai dampak dari rencana dibukanya WNA boleh memiliki properti bermunculan, termasuk adanya kekhawatiran soal bubble harga properti.