Dilansir dari CNBC, Rabu (16/12/2020), kondisi itu menyebabkan mata uang Britania Raya yakni poundsterling menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Di saat para peneliti COVID di seluruh dunia berlomba mengembangkan vaksin yang efektif, diam-diam mereka dibuntuti oleh mata-mata dan pencuri di dunia siber.
Nilai tukar dolar Australia telah melonjak dan menjadi rekor tertinggi sejak 2018. Itu didorong naiknya harga bijih besi dan mulai pulihnya perekonomian.