Rusia dilaporkan mulai memproduksi drone tempur jarak jauh, yang bernama Garpiya-A1, sejak tahun lalu dengan menggunakan mesin dan suku cadang buatan China.
Militer Jepang mengerahkan sejumlah jet tempurnya setelah mendeteksi keberadaan sejumlah pesawat militer Rusia yang terbang mengelilingi kepulauan itu.