Harga Minyak mentah dunia turun di bawah level US$ 41 dolar per barel karena aksi ambil untung harga minyak setelah meroket hingga 27 persen tahun ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak di kisaran 736-757 setelah sepekan terakhir terkoreksi. Namun demikian Sentimen negatif yang membayangi pergerakan saham kini mulai berkurang.
Kelebihan produksi (leakage) minyak OPEC sejauh ini telah mencapai 1,5 juta barel per hari dari kuota yang seharusnya hanya 23,5 juta barel per hari. Untuk itu OPEC belum akan putuskan apakah pihaknya akan menaikan produksinya.
Kelangkaan minyak tanah akhir-akhir ini diyakini sebagai akibat buruknya kebijakan pemerintahan Megawati. Ini sehubungan dengan perubahan status Pertamina tanpa persiapan yang baik.