Di tengah pandemi corona, kelompok-kelompok aksi teror terus berupaya merekrut anggota baru mereka melalui dunia maya di mana anak muda lebih rentan terhasut.
"Kelompok radikal masih aktif melaksanakan aksinya melalui propaganda perekrutan, baik secara online maupun offline selama masa pandemi COVID-19," kata Boy.