detikFinance Bank Panin Bidik Bank Nasional PT Bank Panin Tbk menargetkan bisa menjadi bank nasional dalam peta Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Rabu, 25 Mei 2005 16:21 WIB
detikFinance Soal Obligasi, Bank Danamon & Niaga Tunggu Pasar Kondusif Bank Danamon dan Bank Niaga masih terus mengkaji rencana penerbitan obligasinya dan menunggu hingga kondisi pasar benar-benar kondusif. Rabu, 25 Mei 2005 15:54 WIB
detikFinance Debt Collector Kejam, BI Cabut Izin Penerbit Kartu Kredit BI mengancam akan mencabut izin penerbit kartu kredit yang nakal, termasuk yang menggunakan jasa debt collector secara berlebihan. Sabtu, 21 Mei 2005 14:40 WIB
detikFinance Nasabah Kartu Kredit Keluhkan Debt Collector Berlagak Preman Konsumen kartu kredit merasa gerah dengan debt collector yang sengaja disewa penerbitan kartu kredit dan berlagak seperti preman. Sabtu, 21 Mei 2005 12:51 WIB
detikNews NU-Muhammadiyah Teken Kesepakatan Berantas Korupsi Dua ormas Islam terbesar, yakni Muhammadiyah dan NU, sepakat untuk bersama-sama melakukan pemberantasan korupsi. Rabu, 18 Mei 2005 17:26 WIB
detikFinance Anggota DPR HM Bisa Dipecat Anggota DPR berinisial HM yang diduga memiliki kredit macet di Bank Mandiri terancam dipecat dari DPR, jika memang terbukti terlibat. Rabu, 18 Mei 2005 16:14 WIB
detikFinance DPR Pertanyakan Bonus Rp 26 Miliar Untuk Neloe Cs DPR mempertanyakan bonus hingga Rp 26 miliar kepada mantan direksi dan komisaris Bank Mandiri, termasuk 3 direksi yang menjadi tersangka. Rabu, 18 Mei 2005 16:12 WIB
detikFinance PPATK Periksa Rekening Tujuh Tersangka Kasus Mandiri PPATK telah memeriksa rekening 7 tersangka kredit macet Bank Mandiri. Namun belum bisa dipastikan apakah ada pencucian uang di dalamnya. Rabu, 18 Mei 2005 13:34 WIB
detikFinance Kasus Mandiri, PPATK Periksa Anggota DPR Berinisial HM PPATK tengah memeriksa aliran dana dari rekening anggota DPR berinisial HM yang merupakan salah satu debitur Bank Mandiri. Siapa HM? Rabu, 18 Mei 2005 11:18 WIB
detikFinance RUPS BRI Sepakat Pemberian Dividen Rp 152,88 per Saham RUPS BRI menyetujui pembagian dividen sebesar 50 persen laba bersih tahun 2004 atau Rp 152,88 per saham. Selasa, 17 Mei 2005 11:43 WIB