Gubernur BI Agus Martowardojo menilai bahwa persaingan ketat antara 2 capres-cawapres turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Namun, faktor fundamental tetap menjadi yang paling diperhatikan oleh investor.
Salah satu faktor penyebab pelemahan rupiah adalah persaingan ketat antar pasangan capres-cawapres yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
IHSG naik 22 poin berkat aksi beli selektif investor asing di saham-saham unggulan dan lapis dua. Penguatan Indeks tak sejalan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurut Juniman, Kepala Ekonom BII, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini hanyalah fenomena temporer. Dia melihat ada peluang bagi rupiah untuk kembali menguat selepas Juli.
Dalam 3 hari perdagangan terakhir, nilai tukar rupiah cenderung mengalami pelemahan. Bahkan hari ini, nilai tukar rupiah mendekati Rp 12.000 per dolar AS.
Seperti kemarin, IHSG hari ini pun dibuka dengan menguat tipis di kisaran 7 poin. Pelaku pasar masih cenderung wait and see pasca rilis data ekonomi oleh Badan Pusat Statistik.