"Diturunin di jalan, angkot itu. Kita maunya sampai Ragunan, terus diturunin di situ. Mana nggak tahu jalan, mana harus naik busway lagi," ujar warga, marah.
Mengantisipasi kasus anak terpisah dari orang tua, Taman Margasatwa Ragunan mengimbau kepada seluruh pengunjung agar mengawasi anak mereka agar tidak hilang.
Bambang mengatakan penurunan tersebut disebabkan mendung menjelang sore dan hujan di sore hari. Faktor kedua karena umat Muslim tentunya memilih salat Jumat.
Warga Jakarta bernama Asep (42) membawa istri dan anaknya berwisata ke Ragunan. Asep ingin bernostalgia mengingat masa lalunya saat piknik bersama sang ibu.
Bambang menceritakan pernah ada pengunjung yang ponselnya direbut primata, lalu dihancurkan. Hal itu dikarenakan hewan primata merasa terancam karena didekati.