KPK memuji KPU yang merilis 49 nama caleg eks narapida korupsi. Kebijakan KPU itu dinilai baik karena membuat masyarakat tahu latar belakang para caleg.
Masa jabatan pimpinan KPK berakhir akhir tahun ini. Namun 2 dari 5 pimpinan KPK mengaku tidak akan mencalonkan diri lagi dalam seleksi pimpinan KPK selanjutnya.
Transparency International Indonesia (TII) menyebut korupsi aktor politik, termasuk pejabat, anggota dewan "masih parah" dan Indonesia setara dengan Swaziland.
"Sebetulnya KPK itu tidak hanya mengamankan personel, tapi juga mengamankan informasi. Sering beberapa kali informasi KPK itu ada yang bocor duluan," ucap Alex.