Salah satu pendatang baru di sini adalah Stevan Meat Shop. Ini adalah konsep yang unik. Toko daging yang juga menjual berbagai bahan makanan kalengan/botolan ini juga merangkap sebagai restoran. Pengunjung tinggal memilih daging yang diingini di toko daging, lalu minta dimasak sesuai dengan menu yang tersedia.
Sekalipun namanya Waroeng Indo, tetapi rumah makan ini sebetulnya punya menu berbagai masakan gaya Semarangan yang andal. Lunpia (orang Semarang selalu menyebutnya demikian, bukan lumpia!), tahu pong, gimbal udang, nasi goreng babat, dan babat gongso - hanyalah sebagian dari sajian yang ditawarkan dalam daftar menu Waroeng Indo.
Jangan heran! Orang Makassar memang jagoan dalam masakan berkuah, misalnya: coto, pallu basa, pallu mara, pallu kaloa, dan sop saudara. Tidak heran, bila soto betawi pun ber-fusion dengan cantiknya di negeri para daeng ini.
Sekitar enam tahun yang lalu, ketika Warung Le'ko baru buka dan menghebohkan Surabaya, saya sempat menyinggahi warung ini. Dengan harga semurah itu, verdict saya terhadap suguhan Warung Le'ko adalah mak nyuss! Saya bahkan kemudian sempat menampilkannya di Wisata Kuliner TransTV.
Yang namanya soto Betawi pasti hampir semua orang mengenalnya. Tapi kalau soto Jakarta? Hmm, sepintas memang mirip tapi ada yang menjadikannya berbeda. Gerusan sambal kacang sebagai salah satu bumbunya bikin aksen yang gurih dan renyah. Penasaran?
Nasgor gaya kaki lima Semarang ini enak dimakan hangat. Ada rasa pedas, gurih dan semburat manis kecap yang unik. Disuap dengan acar timun, hmm... sedap!
Ini adalah kisah petualangan saya bersepeda sendirian dari kota Surabaya menuju Kota Pamekasan dengan jarak tempuh kurang lebih 130 kilometer pada hari Sabtu tanggal 6 November 2010.
Yang khas dari Soto Sokaraja ini adalah bahan bakunya. Soto sokaraja menjadikan ketupat sebagai bahan utamanya, ditambah sedikit touge, kerupuk dan daun bawang. Untuk urusan rasa, warung H. Suradi menawarkan 4 varian rasa, Daging Sapi, Daging Ayam, Babat Iso, dan Sekengkel Urat. Kemudian ditambah dengan taburan bawang goreng menambah khas aroma Soto sokaraja.
Yang khas dari Soto Sokaraja ini adalah bahan bakunya. Soto sokaraja menjadikan ketupat sebagai bahan utamanya, ditambah sedikit touge, kerupuk dan daun bawang. Untuk urusan rasa, warung H. Suradi menawarkan 4 varian rasa, Daging Sapi, Daging Ayam, Babat Iso, dan Sekengkel Urat. Kemudian ditambah dengan taburan bawang goreng menambah khas aroma Soto sokaraja.