Pak Presiden: Saya merasa sangat mendesak untuk menulis surat ini kepada anda. Iklan “Go to Hell Pemfitnah SBY” yang dimuat di harian Pos Kota, Sabtu, 28 November, atau sehari setelah kita merayakan hari raya Kurban, telah membuat saya takjub dan sedih.
Pembagian daging kurban secara langsung selalu berpotensi menimbulkan ricuh. Di satu sisi, ada pula yang mengantarkan daging kurban itu ke langsung ke tangan penerimanya.
SDIT Nurul Fikri memanfaatkan hari raya Idul Adha untuk belajar berbagi dan peduli kepada sesama dengan berkurban. Hewan kurban yang disembelih ini hasil sumbangan dari orangtua siswa.
PT Telkom Bandung membagikan 9.000 paket daging kurban untuk dibagikan kepada mustahik yang berada di sekitar Gedung Kantor Pusat Telkom Bandung Jalan Japati. Paket tersebut berasal dari 24 ekor sapi yang dihimpun dari para direksi dan karyawan di lingkungan GKP.
Momen Idul Adha semoga menjadi momen reflektif. Kurban tidak dimaknai sebagai pesta daging semata. Ibadah kurban semestinya mampu menjadi momentum perwujudan cinta kemanusiaan kepada sesama yang tidak hanya terjadi setahun sekali.
Pada Iedul Adha 1430 H ini, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat tidak memotong seluruh hewan kurban pada Jumat (27/11/2009). Sebagian hewan kurban dari para kader dan pengurus partai ini justru disembelih pada Sabtu (28/11/2009) ini.
Tidak semua WNI di Malaysia dapat merayakan kebahagiaan di hari Idul Adha. TKI yang bekerja di pabrik Western Digital Malaysia tetap bekerja seperti hari biasa ketika umat muslim lainnya khidmat melaksanakan sholat Ied dan pemotongan hewan kurban.
Banyaknya warga yang membuat sate saat Idul Adha memberikan berkah bagi pedagang arang. Misalnya pedagang arang di Pasar Cihapit yang beberapa hari terakhir ini terus kebanjiran pembeli.