Gubernur DKI Jakarta Jokowi sudah siap maju jadi Calon Presiden RI di Pemilu 2014. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tadinya terpuruk langsung terbang.
Dosen politik Universitas La Trobe Dr Dirk Tomsa memprediksi, Gubernur Jakarta Joko Widodo atau Mantan Pangkostrad Prabowo yang memiliki peluang terbesar menjadi Presiden RI berikutnya menggantikan SBY. Begini analisanya.
PDIP pernah melempar wacana kabinet bayangan yang dipersiapkan jika menang Pemilu 2014. Namun Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menepis wacana kabinet bayangan itu.
PDIP serius memenangkan Pemilu dengan menyusun kabinet bayangan untuk 2014-2019. Meski sudah mendeklarasikan capres dan cawapres, namun Hanura merasa tak butuh kabinet bayangan.
Partai Golkar belum memikirkan kabinet yang bakal dibentuk dalam pemerintahan berikutnya. Golkar memilih fokus untuk memenangkan Pemilu Legislatif dan Presiden lebih dulu.
MK digugat Rp 16 triliun terkait putusan MK yang memutuskan 'pemilu serentak di 2019 dan seterusnya'. Para penggugat menganggap MK melakukan perbuatan melawan hukum.
Soal capres dan caleg, harusnya partai mendengar usulan dari rakyat tapi jangan melihat elektabilitas dan popularitas. Popularitas itu hal yang dapat direkayasa, tapi yang tidak dapat direkayasa adalah integritas. Model kampanye parpol masih bertumpu pada visual dengan menjual figur, bukan dengan menjual gagasan atau program konkret.
Calon Presiden di tahun pemilu 2014 ini dianggap lebih variatif dibandingkan pilpres sebelumnya. Munculnya beberapa tokoh muda di dunia perpolitikan Indonesia dianggap memberikan semangat baru bagi masyarakat.
Jokowi memuncaki hampir semua survei capres saat ini. Namun, hasil survei LSN mengatakan bahwa mayoritas warga DKI kurang setuju dengan pencapresan Jokowi. Setuju dengan hasil survei ini?