Pengacara Komjen Pol Susno Duadji, Henry Yosodiningrat menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan kliennya. Beberapa kali omongan Susno dipelintir untuk kepentingan pihak tertentu.
Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji mengklarifikasi pernyataan IPW (Indonesia Police Watch) yang menyebut uang Rp 74 miliar bukan milik Gayus dan akan dibagi-bagikan. Susno menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal uang itu.
"Kalau begini polisi diduga berusaha melindungi 149 pengemplang pajak besar dan mengamankan pihak-pihak yang saling mengunci," ujar penasihat Indonesia Police Watch (IPW), Johnson Pandjaitan.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi membantah apa yang disampaikan penasihat Indonesia Police Watch (IPW) Johnson Panjaitan terkait Susno Duadji.
Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi mempertanyakan penyataan Susno Duadji yang menyebut uang Rp 74 miliar bukan milik Gayus Tambunan dan akan dibagi-bagikan. Ito heran, darimana Susno mengetahui informasi itu.
"Tim independen yang dulu menangani kasus ini itu bentukan BHD. Saat ini mereka menduduki posisi- posisi kunci di Polri," sesal penasihat Indonesia Police Watch (IPW), Johnson Panjaitan.
Eks Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji siap blak-blakan seputar kepemilikan uang Rp 28 miliar Gayus Tambunan. Tetapi, Susno punya syarat. Ia hanya ingin diperiksa oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi menilai aneh pernyataan Susno Duadji melalui Indonesia Police Watch (IPW) kalau dirinya membelokkan kasus Gayus.
IPW mengecam Partai Golkar yang meminta Presiden SBY urung terbitkan Inpres percepatan pengungkapan kasus Gayus Tambunan. Proses hukum kasus mafia pajak bermanfaat bagi negara dan berbahaya untuk pelaksana negara yang korup.