Hingga saat ini layanan busway di koridor I masih normal menyusul demo FPI dkk yang menuntut pembubaran Ahmadiyah. Penghentian operasi baru dilakukan jika aksi memburuk.
Massa peserta demo pembubaran Ahmadiyah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) makin bertambah menjadi sekitar 1.500 orang. Mereka menuntut Presiden SBY membubarkan Ahmadiyah. Kalau tidak, mereka akan menarik dukungan kepada pemerintah.
Massa dari Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) berdemo di Bundaran HI dan akan mengggeruduk Istana Merdeka siang ini. Sebanyak 2 ribu personel polisi diturunkan untuk mengamankan kawasan Istana.
Demonstrasi menuntut pembubaran Ahmadiyah baru saja dimulai. Massa yang berjumlah sekitar 500-an orang itu mulai merapat ke Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2011) pukul 14.00 WIB.
Seorang lelaki tua berkumis lebat dengan rambut yang memutih membentangkan spanduk warna merah bertuliskan "Intel Israel (Mossad) mengadu domba rakyat Indonesia." Ia demo seorang diri.
Nasabah Bakrie Life makin tak sabar dengan 'janji-janji palsu' perusahaan asuransi itu yang tak juga membayar dana mereka. Demo besar-besaran pun kembali disiapkan nasabah Bakrie Life.
WNI) di Mesir, Tri Mulyati, diusir oleh majikannya yang tak suka pada aksi solidaritas mahasiswa di Bundaran HI Jakarta. Di alam demokrasi, sepanjang tidak anarkis, demonstrasi anti Mubarak sah-sah saja.
Pengusiran WNI terjadi di Kairo, Mesir. Kisah yang dialami Tri Mulyati itu karena majikannya tak suka pada aksi solidaritas mahasiswa di Bundaran HI Jakarta yang disertai menginjak-injak foto Presiden Hosni Mubarak.
Reaksi negatif warga Mesir atas aksi masyarakat Indonesia yang memberikan simpati kepada warga Mesir sulit dikontrol KBRI di Kairo. Oleh karenanya, KBRI meminta masyarakat Indonesia pandai-pandai menjaga diri dalam situasi tidak menentu tersebut.