Era Donald Trump merupakan titik-nadir hubungan Amerika Serikat dengan Iran. Trump ingin menerapkan kembali embargo dan mengancam sanksi seberat-beratnya.
Presiden AS Donald Trump tampaknya ingin meredakan ketegangan dengan Iran. Dikatakannya, dirinya siap bertemu pemimpin Iran kapan saja, tanpa syarat apapun.
Badan-badan intelijen AS menemukan bahwa Korut sedang membuat rudal balistik baru. Padahal sebelumnya Trump menyatakan Korut tak lagi menjadi ancaman nuklir.
Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis membantah pemberitaan bahwa AS tengah mempersiapkan aksi militer terhadap Iran. Mattis menyebut berita itu "fiksi."
Seorang komandan pasukan khusus Iran memperingatkan Presiden Trump jika Amerika Serikat lakukan serangan, Iran akan 'menghancurkan semua yang dimiliki AS'.