Kota Jakarta terkenal kondisi kemacetan yang semakin semrawut. Dengan kondisi tersebut yang terjadi setiap hari, total kerugian materilnya mencapai Rp 12,8 triliun per tahun.
Kota Jakarta terkenal kondisi kemacetan yang semakin semrawut. Dengan kondisi tersebut yang terjadi setiap hari, total kerugian materilnya mencapai Rp 12,8 triliun per tahun.
Kota Jakarta sudah jauh tertinggal dari kota-kota besar di Asia seperti Guangzhou (China), Hong Kong, ataupun Tokyo. Bukan hanya soal sarana transportasi massal, rasio jalan di Jakarta jauh ketinggalan dari kota-kota tersebut.
Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap I mulai dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditargetkan untuk mulai dibangun pada Oktober 2013. Kenapa?
Transportasi publik yang rapi, ikut memudahkan wisatawan saat traveling ke suatu kota. Kalau Jakarta punya TransJakarta, Kota Perth di Australia juga punya Transperth. Serupa, tapi tak sama.
Meski sudah diluncurkan, namun kontraktor masih menunggu proses administrasi dari pihak MRT Jakarta untuk memberikan kontrak dan memulai proses konstruksi.
Negara-negara tetangga di Indonesia adalah destinasi yang semakin mudah dijelajahi. Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam bisa ditempuh dalam beberapa hari saja dengan petualangan yang seru.
Bukan hanya warga biasa, Gubernur DKI pun mengeluhkan kondisi moda transportasi di Jakarta, khususnya Metromini dan Kopaja. Sebab dari dulu sampai sekarang kondisi kendaraan khas ibukota tersebut tetap saja memprihatinkan, tidak ada perubahan.
Sebagian warga di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan masih terus menolak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) secara melayang (elevated) di wilayahnya. Spanduk-spanduk penolakan dipasang di sepanjang jalan.