Ayah tersangka penembakan brutal di Prancis, Mohammed Merah berencana menuntut pasukan elit kepolisian Prancis. Ini terkait dengan kematian Merah yang ditembak polisi pekan lalu.
Seorang pria Prancis harus mendekam di penjara karena memuji tindakan Mohammed Merah yang melakukan penembakan di sekolah Yahudi di Prancis. Pria 20 tahun ini dinilai memprovokasi kebencian ras di kalangan masyarakat Prancis.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berjanji akan terus menangkapi para ekstremis menyusul penembakan brutal di sekolah Yahudi. Peristiwa itu, menurut Sarkozy, mirip serangan 11 September di AS.
Kepolisian Prancis menangkap 20 orang yang diduga ekstremis dalam penggerebekan dini hari di kota Toulouse. Penangkapan ini bertujuan untuk memutus jaringan ekstremis di Prancis.
Jasad Mohammed Merah, pelaku penembakan brutal di Prancis akan dikuburkan di negeri itu. Pria keturunan Aljazair itu dimakamkan di Prancis setelah Aljazair menolak menerima jasadnya.
Tersangka kasus pembunuhan sejumlah siswa di sekolah Yahudi Prancis, Mohammed Merah, tewas saat operasi penggerebekan. Menyikapi hal ini, sang ayah protes.