Taufiq Kiemas mengajak putrinya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Wanbin PD. Partai Gerindra tak yakin pertemuan ini membawa PDIP merapat ke PD.
Mantan presiden RI, Megawati Soekarno Putri menggelar Open House di kediamannya di Jakarta Pusat. Hadir dalam acara ramah tamah itu sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara seperti Prabowo Subianto, Fauzi Bowo dan Hamzah Haz.
"Kemarin di NTT kita ketemu dengan Sekjen PDIP. Persoalan koalisinya seperti apa itu masih dalam proses itu nanti. Semua kemungkinan terbuka," kata Sekjen Golkar, Idrus Marham.
TK pernah menjuluki SBY sebagai jenderal cengeng. SBY kemudian membalas dengan mempecundangi Mega dalam Pilpres. Lantas TK nyaring beroposisi pada SBY. Namun kemudian SBY dan TK justru makin mesra.
PDIP ditawari jatah 2 menteri. Selain dapat jatah Mensos untuk Puan Maharani, PDIP juga dapat jatah Menkominfo. Untuk jangka panjang, Puan dijanjikan akan digandeng jadi cawapres. Masalahnya Puan masih gamang.
Golkar dan PKS ditendang dari koalisi, jika PDIP dan Gerindra masuk. Karena PDIP masih menunggu Mega, maka SBY pun ragu. Lemahnya kepemimpinan dan kuatnya pragmatisme politik, jadi biang rendahnya kinerja pemerintah.
Untuk memastikan Kongres PDIP bisa berjalan lancar dan sukses, elit PDIP sudah tiba di Bali sejak Sabtu (3/4/2010) malam. Ketua Umum PDIP Megawati bersama Taufiq Kiemas dan keluarganya dikabarkan berangkat dalam satu rombongan.
Meski SBY menegaskan belum melakukan manuver politik terkait power sharing, isu tentang calon menteri terus berkembang. Bahkan tokoh dari parpol di luar koalisi pendukung disebut-sebut akan direkrut sebagai bagian dari rekonsiliasi pasca pilpres.
Aliansi Wanita PAN (AWAN) menyatakan mendukung Mega-Prabowo. Sekitar 800 ribu orang kadernya akan dikerahkan memenangkan kontestan Pilpres 2009 yang tidak didukung PAN itu.