Tim Tanggap Bencana dari Yayasan AirPutih sudah mulai berangkat ke Padang, Sumatera Barat. Namun infrastruktur darurat belum bisa didirikan dengan segera.
Kondisi jaringan telekomunikasi di Sumatera Barat khususnya di Padang, Pariaman, Batusangkar, Padang Panjang dan Bukittinggi sempat mengalami kemacetan sekitar 5 jam. Akibatnya, hanya beberapa wilayah tertentu yang bisa melakukan komunikasi.
Departemen Kesehatan menerbangkan tenaga medis untuk membantu korban gempa di Sumbar. Sebanyak 124 tenaga medis dan 2 ton obat-obatan diberangkatkan dari bandara Halim Perdanakusumah.
Merespon korban gempa di Padang, Sumatera Barat, Armada RI Kawasan Timur (Armatim) menerjunkan KRI Dr Suharso 990. Kapal rumah sakit berisi dokter & obat-obatan ini diberangkatkan pagi tadi.
Ratusan gedung di Kota Padang ambruk dan rusak berat karena gempa 7,6 SR. Gedung itu antara lain Hotel Ambacang, SDN 30, Pengadilan Negeri Siteba, dan kantor Adira Finance.
Sejumlah negara tetangga menyatakan siap membantu pemerintah Indonesia untuk menangani bencana yang terjadi di Sumbar. Presiden SBY mempersilakan apabila ada negara asing yang ingin ikut membantu.
Anggota DPR terpilih dari daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar), Refrizal mengaku berduka atas musibah gempa yang menimpa konstituennya. Besok, dia dan semua anggota DPR lainnya dari dapil Sumbar akan berkunjung ke sana menyerahkan bantuan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir, hingga pukul 11.30 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Sumatera Barat berjumlah 220 orang. Ribuan orang lainnya masih terjepit di reruntuhan bangunan.