Kematian Ade Sara Angelina Suroto (19) usai dianiaya, diketahui pertama kali oleh Aasyifa Ramadhani (19). Sifa yang saat itu langsung memberitahu kekasihnya, Ahmad Imam Al-Hafitd Aso. Hafitd pun lantas merespon dengan mengatakan "buang"!
Sebuah lubang yang cukup dalam menganga di Jalan Pramuka yang ada di dekat gedung LIA, Jakarta Timur. Lubang yang terletak di jalur lambat ini sangat membahayakan bila terlindas pengendara.
Sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir Ade Sara Angelina Suroto (19) sempat disiksa menggunakan alat setrum. Ini penampakan alat penyengat listrik yang digunakan oleh pelaku.
Hafitd (19) dan kekasihnya Sifa (19) sempat menyangkal aksi pembunuhanan yang mereka lakukan pada Ade Sara Angelina Suroto (19). Namun setelah berulang kali ditanya oleh polisi, akhirnya keduanya mengakui tindakan keji tersebut.
Hafitd (19) meminta tolong temannya untuk membelikan aki gara-gara mobil KIA Visto mogok berulang kali setelah menghabisi nyawa mantan pacarnya Sara (19). Jasad Sara yang ditutupi pashmina itu mengundang tanda tanya sang teman.
Mobil KIA Visto, saksi bisu tempat eksekusi Sara (19) oleh mantan pacarnya Hafitd (19) dan kekasihnya Sifa (19) mengalami mogok berkali-kali. Hafitd akhirnya membawa mobil itu ke bengkel.
Dua pembunuh Ade Sara, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani alias Sifa (19) dihadirkan dalam pengungkapan kasus tersebut di Polres Bekasi Kota, Bekasi, Jawa Barat. Keduanya menutupi muka dengan jaket dan pashmina.