Serangan bom bunuh diri di Surabaya oleh keluarga: ayah, ibu, dan melibatkan anak-anak di bawah umur, menunjukkan perubahan besar dalam peta aksi teror.
Teror bom menyasar Surabaya dua hari berturut-turut. Wali Kota Surabaya Risma memastikan keamanan warganya dengan berpatroli keliling gereja naik sepeda motor.
Polri menginstruksikan seluruh jajarannya untuk Siaga 1. Meningkatkan keamanan dan mengantisipasi adanya serangan teror. Tujuannya untuk menciptakan rasa aman.