Musim hujan mulai menyapa masyarakat Indonesia, tak lupa warga Jabodetabek. Setelah sempat banjir di mana-mana akibat hujan deras beberapa hari lalu, kawasan Jabodetabek hari ini diprediksi akan kembali hujan. Namun dengan intensitas ringan dan sedang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak pukul 16.00 WIB mengakibatkan sejumlah jalan tergenang air. Di wilayah Jakarta Timur saja, sedikitnya 5 jalan yang tergenang air hujan.
Hujan deras mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya. Hingga pukul 20.50 WIB, hujan masih terus mengguyur. Hujan yang disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
Banjir tidak hanya merendam sejumlah perumahan di Bekasi, Jawa Barat. Banjir juga menyebabkan RS Islam Subqi Abdul Qadir tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya pelayanan kesehatan di RS tersebut terganggu.
Cuaca tak cerah menyambut di hampir semua wilayah DKI Jakarta. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat, cuaca ibukota hari ini, Rabu (22/4/2009) diselimuti awan.
Departemen PU mencatat dari 199 situ di Jabotabek, hanya Situ Gintung yang berstatus buatan. Sehingga potensi bencana mirip Situ Gintung relatif minim.
Ribuan orang datang melihat Situ Gintung yang kini telah hancur. Ketika hujan deras mengguyur, warga memilih pergi dari lokasi dan berlindung di sepanjang perumahan warga. Anehnya, ketika hujan reda, mereka kembali lagi.
Cuaca buruk mengganggu pencarian 7 mahasiswa Yarsi yang hilang di Gunung Salak, Jawa Barat. Meski demikian, pencarian yang dilakukan oleh tim SAR dan sejumlah anggota kelompok pecinta alam tetap dilakukan.