Debit air Sungai Ciliwung berangsur berkurang. Ketinggian air di Bendung Katulampa jauh menurun dibanding 2-3 jam sebelumnya yang sempat menyentuh angka 180 cm (Siaga II). Pukul 16.10 WIB, ketinggian air terpantau 140 cm atau masuk Siaga III.
Bendung Katulampa, Bogor, menjadi salah satu alat ukur banjir di Jakarta. Banyak yang penasaran sehingga warga berdatangan. Selain ikut mengawasi naik turunnya air, mereka juga foto-foto laiknya tengah berwisata.
Tak kurang dari satu jam, debit air di Bendung Katulampa, Bogor, naik drastis. Per pukul 12.00 WIB, ketinggian air mencapai 180 cm dan masuk dalam Siaga II.
Sekitar pukul 11.35 WIB, status di Bendung Katulampa naik dari Siaga IV menjadi Siaga III Banjir. Ini pertanda, kewaspadaan banjir di Jakarta belum bisa dikendurkan.
Cuaca di Puncak wajib dimonitor terkait banjir di Jakarta. Sebab cuaca buruk di Puncak akan berdampak serius bagi Jakarta sekitar 12 jam kemudian. Saat ini, cuaca Puncak yang tadi pagi mendung, telah berubah menjadi gerimis.
Banjir di Jl KH Abdullah Syafei memutus akses ke pusat kota. Banjir di jalan besar ini memutus pergerakan dari Kampung Melayu yang mengarah Casablanca. Casablanca merupakan rute favorit warga Jakarta Timur yang hendak ke segitiga emas di Jl Sudirman dan Jl HR Rasuna Said.
Warga Jakarta di daerah yang berada di sisi Sungai Ciliwung tetap waspada banjir. Ketinggian air di Bendungan Katulampa, Bogor masih belum kembali ke batas normal.
Jakarta hujan sejak semalam. Hal serupa terjadi di Bogor sehingga membuat Bendung Katulampa berstatus Siaga I. Kiriman air dari Bogor baru sampai di Jakarta sore nanti.