Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim peluang resesi bagi ekonomi Indonesia jauh lebih rendah dibanding Amerika Serikat (AS).
Invasi yang didorong oleh alasan campur tangan kemanusiaan, keamanan energi, atau penahanan pengaruh kekuatan revisionis, bukanlah peristiwa terisolasi.
Bruce Kasman dari J.P. Morgan memperingatkan risiko perekonomian global 2026 akibat penurunan konsumsi di AS dan China, inflasi tinggi, dan proteksionisme baru.
Wakil Presiden Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mencetak santri ahli AI, blockchain, dan robotika, serta mendukung pembentukan Ditjen Pesantren.