Harian Detik
Pengembangan N-250 Butuh Rp 9,6 Triliun
PT Dirgantara Indonesia sedang menghitung peluang pasar memproduksi N-250, yang prototipenya terbang pada 1996 tapi tidak diproduksi karena terhadang krisis moneter 1997. Perhitungan dilakukan karena biaya pengembangan kembali membutuhkan US$ 1 miliar (Rp 9,6 triliun).
Rabu, 06 Feb 2013 06:00 WIB







































