Komunitas pengguna kereta atau KRL Mania meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) serius memperbaiki pelayanan kereta. Contoh kecil saja, soal pelayanan kereta commuter line bertarif Rp 8.000-9.000 di peak hours.
Tarif progresif per stasiun mulai Rp 3.000 untuk KRL Jabodetabek alias Commuter Line nanti akan diterapkan dengan sistem tiket elektronik (e-ticketing) mulai Juni 2013. Bagaimana sistem tiket elektronik ini akan bekerja?
PT KAI akhirnya menetapkan tarif progresif per stasiun untuk KRL Jabodetabek atau Commuter Line per Juni 2013. Tarif ini dinilai lebih adil, menarik warga agar naik KRL sehingga bisa mengurangi beban jalan raya yang selalu mengalami kemacetan.
PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ), anak perusahaan PT KAI, akhirnya menetapkan tarif progresif untuk KRL Jabodetabek (commuter line). Tarif sesuai dengan jarak dan stasiun yang disinggahi. Tarifnya mulai dari Rp 3 ribu.
Selain perubahan jadwal, PT Kereta Api Indonesia mulai hari ini juga menambah jumlah perjalanan kereta commuter Line dari 67 perjalanan menjadi 93 perjalanan untuk rute Jabodetabek. Penambahan ini membuat penumpang kereta di Stasiun Kota merasa senang karena sangat terbantu.
Mulai hari ini pengoperasian kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek berlangsung selama 22 jam. Ini dilakukan sebagai upaya melayani besarnya animo masyarakat Jabodetabek.
Permintaan DJKA dan Menko Perekonomian untuk menunda penghapusan KRLJ Ekonomi non AC, menurut saya asal bunyi (asbun) dan melanggar UU 23 tahun 2007. Apa yang harus ditunda karena memang tidak ada yang akan menghapuskan KRLJ Ekonomi non AC per 1 April 2013.
Pemerintah menghabiskan uang hingga ratusan triliun rupiah untuk memberikan subsidi BBM yang mayoritas digunakan oleh orang-orang mampu pengguna mobil. Kebijakan pemerintah yang menghamburkan anggaran negara hanya untuk subsidi BBM dikritisi.