Melawan petinju yang jauh lebih muda ternyata memberi keuntungan tersendiri buat M.Rachman. Dengan memanfaatkan emosi Omar Sato, Rachman malah mampu mempertahanakan sabuk juaranya.
Usia tak menjadi penghalang M. Rachman untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas terbang mini IBF. Predator meng-KO penantangnya, Omar Soto Perez, di ronde keenam.
Usia boleh lebih tua, tapi semangat M. Rachman sangat membara. Menghadapi penantangnya Omar Soto Perez, juara dunia kelas terbang mini IBF itu berharap bisa menjatuhkan lawannya itu di ronde pertama.
Persiapan M. Rachman secara fisik untuk menghadapi Omar Soto Perez boleh dibilang sangat baik. Selain berat tubuhnya ideal, ia juga memiliki kelebihan lain. Apa?
Menghadapi petinju yang lebih muda, faktor ketenangan dan pengalaman menjadi kunci untuk M. Rachman untuk bisa mengalahkan Omar Soto pada pertarungan hari Sabtu (6/5/2006) besok.
Langkah promotor H.M Arsyad patut ditiru. Pertarungan tinju dunia antara juara kelas terbang mini IBF dari Indonesia, M. Rahman, melawan Omar Soto digratiskan dan akan dihadiri oleh Presiden SBY.
Bertarung di kandang lawan tidak membuat petinju Meksiko Omar Soto Perez tertekan. Calon lawan juara dunia kelas terbang mini IBF asal Indonesia M. Rahman ini mengaku menikmati atmosfer Jakarta.
Makan nikmat bermenu Sunda menjadi target kami saat singgah ke Sukabumi. Pepes ikan mas yang lembut, pepes jamur yang gurih kenyal, sate ikan balita, sambal cobek yang pedas menggigit plus lalap sayuran yang segar dalam sekejap tandas. Apalagi dinikmati hangat mengepul pakai tangan pula!