Polda Metro Jaya menanggapi pernyataan Ketum PA 212 Slamet Ma'arif yang menyebut orang membawa ganja dan senjata tajam (sajam) di aksi 1812 sebagai penyusup.
Polisi mengimbau massa Aksi 1812 tidak perlu berbondong-bondong dan membuat kerumunan. Kapolda Metro Jaya siap menerima perwakilan untk sampaikan aspirasi.
Polda Metro juga menyiapkan pasukan cadangan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan. Personel cadangan disiagakan di Monas, DPR dan Polda Metro Jaya.
Bila tak ada aral melintang PA 212 bakal menggelar reuni akbar di Monas Desember 2020. Izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinanti. Akankah diizinkan?