Fitur auto fokus di kamera itu penting, supaya bisa dapat foto yang fokusnya pas. Tapi bukankah setiap kamera sudah bisa auto fokus, dan tentu hasilnya akan sama, lalu di mana perbedaannya?
Produsen yang bermain di segmen kamera mulai menjadikan trend selfie sebagai daya tarik. Salah satunya adalah Samsung yang tak ingin menyia-nyiakan potensi tersebut lewat kamera mirrorless terbarunya, NX Mini.
Dalam setengah tahun terakhir ini, penggemar fotografi dimanjakan dengan banyaknya kamera-kamera mirrorless kelas atas antara lain Sony A7 dan 7R, Olympus OMD EM1 serta Fujifilm XT1. Mana yang terbaik?
Setelah ponsel dan televisi marak merambah teknologi 4K, kini giliran produsen kamera yang tak mau ketinggalan. Panasonic misalnya, yang baru saja memperkenalkan kamera GH mirrorless Lumix terbarunya.
Era kamera interchangeable alias mirrorless memang masih seumur jagung. Namun pasar kamera ini sudah jadi bidikan hot para vendor. Tak terkecuali Samsung yang berambisi jadi 'raja' di segmen ini.
Desain yang membalut Galaxy NX30 memang jauh dari kata futuristik. Namun dari sisi kemampuan, perangkat ini masuk kategori kamera pintar dan dibekali jendela bidik unik.
Dua tahun lalu, Canon merilis G1X untuk bersaing di kelas kamera mirrorless. Sayang, ia gagal menjadi populer karena kinerja autofokusnya lambat, jendela bidik optik tidak optimal, dan isu lainnya. Namun kini Canon berbenah dengan Canon G1X generasi kedua (Mark II).
Dunia videografi pro boleh gembira karena Panasonic mengumumkan Panasonic GH4, kamera mirrorless yang mampu membuat video dengan resolusi sangat tinggi yaitu 4K atau disebut juga Ultra High Definition (UHD).