Singapura menawarkan bantuan untuk Filipina dalam memerangi militan pro-ISIS di Marawi. Otoritas Singapura menawarkan pesawat militer dan drone pengintai.
Empat anggota pasukan pengawal Presiden Filipina terluka dalam baku tembak dengan pemberontak Maois. Saat kejadian, para pemberontak menyamar sebagai tentara.