Para demonstran menuduh perusahaan komputer, Apple Computer, sebagai perusahaan yang tidak perduli lingkungan. Apple dituding telah membuang limbah elektronik secara sembarangan.
Janji pemerintah yang akan membiarkan demo selama KAA tak semuanya terpenuhi. Buktinya, rencana aksi yang digelar oleh seribuan orang dari Perisai gagal di Bunderan HI.
Sebagai bukti penolakan adanya Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, sekitar 100 aktivis Front Mahasiswa Maluku Anti RMS di Malang membakar bendera RMS.
20 Orang perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa diterima Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng. Para perwakilan kecewa karena SBY tidak mau menemui mahasiswa.