Korban tewas dalam kecelakaan pesawat TransAsia Airways di Sungai Keelung, Taiwan bertambah menjadi 34 orang. Hal ini setelah tiga jasad korban lainnya ditemukan.
Pesawat ATR 72-600 milik Garuda Indonesia yang tergelincir pada Selasa (3/2/2015) lalu di Bandara Internasional Lombok, Praya, NTB akhirnya selesai dievakuasi. Bandara akhirnya dibuka dan bisa beroperasi normal setelah pesawat dievakuasi.
Tim penyelamat Taiwan terus melakukan pencarian 12 penumpang pesawat TransAsia yang jatuh ke sungai di Taipei. Lebih dari 24 jam setelah kecelakaan tersebut, ke-12 orang tersebut belum diketahui keberadaannya.
Sebanyak 17 korban tewas dalam jatuhnya pesawat TransAsia Airways di Taiwan merupakan rombongan turis asal China. Mereka baru saja selesai berlibur di Taiwan.
Taiwan memerintahkan seluruh pihak yang mengoperasikan pesawat jenis ATR untuk melakukan pemeriksaan. Hal ini dilakukan setelah jatuhnya pesawat TransAsia ke sungai.
Tahun 2014-2015 menjadi mimpi buruk bagi maskapai penerbangan TransAsia. Pesawat mereka kecelakaan dalam rentang waktu yang cukup dekat. Sebagai bentuk permintaan maaf, para eksekutif pun membungkuk.
Tim SAR Taiwan melanjutkan upaya pencarian 12 penumpang pesawat TransAsia yang jatuh di sebuah sungai di Taipei, Rabu (04/02) pagi waktu setempat. Sejauh ini sebanyak 31 orang ditemukan dalam kondisi tewas.
Tim penyelamat yang mencari korban jatuhnya pesawat TransAsia Airways di Taiwan berhasil menemukan beberapa jasad, di antaranya jasad pilot dan kopilot pesawat.