Pukul sembilan pagi, 21 Oktober 2010 di pelabuhan Senggo yang cukup ramai. Sebuah kapal dagang masih sandar di dermaga, ditemani beberapa ketinting dan speed boat. Tiba-tiba dari arah kanan sebuah pesawat kecil berbaling-baling satu mendekat dan menapakkan kedua kakinya di atas sungai Daerum, lalu berhenti tepat di samping dermaga tempat kami berdiri di atasnya.
Selasa, 02 Nov 2010 01:34 WIB