detikNews Demo BEM Robohkan Pagar DPR Aksi 500-an aktivis BEM se-Indonesia membuat satu ruas pagar depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, roboh. Lalu mereka bubar. Jumat, 01 Okt 2004 17:36 WIB
detikNews Usung Beragam Tuntutan, Ratusan Orang Demo di DPR Ratusan demonstran menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR. Salah satunya dari BEM yang menuntut agar para wakil rakyat menandatangani kontrak politik. Jumat, 01 Okt 2004 15:21 WIB
detikNews Demo di DPR, Komite Perjuangan Tuntut Cabut UU Antirakyat Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat menggelar aksi di Gedung DPR. Mereka menuntut dicabutnya UU yang antirakyat. Jumat, 01 Okt 2004 14:46 WIB
detikNews Massa Anti Militer Dihajar Massa Anti Komunis di Yogya Massa LMND yang berdemo anti militerisme dihajar oleh massa anti komunis yang tergabung dalam FAKI. Yang tertangkap jadi bulan-bulanan FAKI. Jumat, 01 Okt 2004 12:54 WIB
detikNews BEM Demo MPR, Tuntut Teken Kontrak Politik Jumat siang nanti (1/10/2004), usahakan menjauhi Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Pasalnya, demonstrasi akan menyambangi gedung wakil rakyat. Jumat, 01 Okt 2004 09:56 WIB
detikNews Tidak Kuorum, DPR Sahkan RUU TNI DPR mengesahkan RUU TNI menjadi UU dalam Sidang Paripurna DPR. Namun anggota dewan yang hadir tidak kuorum. Kamis, 30 Sep 2004 17:54 WIB
detikNews Demo Pro dan Anti RUU TNI Ramaikan Gedung DPR Dua kelompok berbeda berdemo di gedung DPR/MPR. Kelompok anti RUU TNI berdemo di pintu belakang dan kelompok yang pro RUU TNI di depan gedung DPR. Kamis, 30 Sep 2004 15:44 WIB
detikNews Arifin Panigoro: Koalisi Kebangsaan Harus Ditinjau Kembali Tokoh PDIP Arifin Panigoro menilai Koalisi Kebangsaan sudah tidak efektif lagi dan harus ditinjau kembali. Bila diteruskan akan njomplang. Kamis, 30 Sep 2004 00:55 WIB
detikNews Demo DPR, Ratusan Orang Tuntut RUU TNI Segera Disahkan Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bekasi (FMB) dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) menuntut RUU TNI segera disahkan. Selasa, 28 Sep 2004 12:43 WIB
detikNews Saya Ke Australia Seizin Presiden Laksamana Sukardi membantah dirinya kabur ke luar negeri. "Saya Ke Australia seizin Presiden." Isu itu disebutnya gerakan politik yang mendiskreditkan. Minggu, 26 Sep 2004 20:42 WIB