Menkeu Agus Martowardojo tetap menginginkan kenaikan kenaikan TDL meski DPR telah memutuskan untuk membatalkannya. Agus Marto pun mengusulkan agar TDL naik tapi secara selektif.
Pemerintah disarankan menaikkan tarif listrik pelanggan rumah tangga 450-900 VA. Pelanggan golongan ini dinilai paling banyak disubsidi dan belum tentu masuk dalam masyarakat miskin.
Menkeu Agus Martowardojo mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan penghematan konsumsi BBM bersubsidi. Karena saat ini konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat dan pemerintah terus merogoh kocek tambahan.
Pemerintah dan DPR memilih kebijakan populis dengan tidak menaikkan TDL di tahun 2011. Pemerintah dinilai menjadikan PLN sebagai tumbal dengan memilih kebijakan itu.
PLN mengatakan solar yang ditawarkan TPPI paling murah dalam tender BBM yang dilakukan PLN. Namun kualitas solar TPPI disinyalir berada di bawah aturan yang telah ditetapkan.
Pembatalan kenaikan TDL pada tahun depan dikhawatirkan akan mengganggu rencana investasi PLN. Dengan pembatalan kenaikan TDL di 2011, PLN diwajibkan berhemat hingga Rp 8,1 triliun.
Pemerintah menegaskan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) merupakan opsi terakhir yang akan diambil pemerintah untuk memperbaiki sistem kelistrikan negara.
Dirut PLN Dahlan Iskan tidak mau lagi memperjuangkan soal subsidi listrik dan tarif dasar listrik. Ia pun memilih pasrah dan siap 'memeras handuk' setelah PLN diminta berhemat Rp 8 triliun di 2011.