PDIP mengkritik gaya Waketum Gerindra Fadli Zon yang kerap menggunakan media puisi untuk menyerang Jokowi. Menurut Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto, puisi tak seharusnya dipakai untuk hal yang tak patut.
Waketum Gerindra Fadli Zon kembali meramaikan jagad politik nasional dengan sajak satire-nya. Sajak satire kali ini berjudul 'Raisopopo'. Jika diartikan, artinya adalah tidak bisa apa-apa. Rupanya Fadli punya pesan khusus, bahwa calon pemimpin harus punya kemampuan.
Fadli mengaku puisinya yang berjudul, 'Raisopopo' terinspirasi sejumlah kejadian di Jakarta. Seperti kemacetan, banjir, kasus bus karatan, hingga aksi blusukan sang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Kelompok yang dibentuk pada 1999 silam ini memiliki nama unik yang juga sarat makna. Kata 'indie' berarti Indonesia dan independen. Serta 'guerillias' adalah gerilyawan.
Seniman ini namanya sudah terkenal seantero negeri dan kolektor dunia. Dalam waktu dekat, mereka juga akan mengikut Fermented in Indonesia di Mizuma Gallery Singapura dan berpartisipasi pula di Art Basel Hong Kong melalui Arndt Gallery.
Mulai dari kepala happy meal, angry bird, wayang, badut, buaya, dan lain-lainnya. Jika dilihat dari berbagai sisi, patung yang dibuat pada 2011 ini akan nampak seperti ksatria yang akan pergi ke medan perang.
Mereka tidak merasa bersalah memotong-motong bagian dalam mainan menjadi berkeping-keping. Terkadang, kata Dila, mereka hanya butuh kepalanya saja, atau bagian kaki saja.