Kuliner peranakan yang satu ini sudah cukup terkenal di Indonesia. Kuahnya gurih dengan aroma harum kunyit dan bawang yang menggelitik. Disantap panas plus isian yang lengap. Suwiran ayam, tauge, telur dan taburan daun kemangi. Hmmm..sedap!
Lebaran sudah empat hari berlalu, menu makan di rumah mungkin sudah mulai membosankan. Hmm..tak ada salahnya untuk mencicipi yang sedikit berbeda siang ini. Udang goreng yang renyah berbalut saus mayones yang gurih asam manis bisa jadi santap siang yang lezat! Mau coba?
Mumpung libur,tak ada salahnya mencoba masak masakan khas daerah di Indonesia. Mulai dari Pallu konro khas Makasar, ikan bumbu Bali, atau membuat gemblong ireng khas Cirebon semuanya bisa Anda buat dengan panduan buku ini sakti ini!
Kalau di Indonesia ada musik patrol untuk membangungkan sahur, di Hadhramaut dilakukan dengan membaca kalam salaf diiiringi dengan bunyi yang hampir mirip dengan suara seruling. Mirip dengan alunan tembang Jawa peninggalan Wali Songo.
Di Maroko, negara Islam bermadzhab Maliki, di negara bagian Afrika Utara berkulit putih, saat malam hari Ramadan, jamuan makan terbagi menjadi empat 'tahap.' Ini menjadi tradisi di setiap keluarga.
Siapa yang tak kenal dengan kue bongko, jajanan tradisional yang sudah jarang ditemui? Atau ontbijtkoek, kue khas negeri kincir angin? Kalau bingung beli dimana, coba saja membuatnya di rumah dengan panduan buku ini. Tak hanya mengobati rindu, Anda pun makin mahir membuatnya!
Menjalankan ibadah puasa di Rusia tahun ini, bukan perkara gampang. Maklum saja, musim panas sedang datang sehingga masa puasa sangatlah panjang. Selesai tarawih sudah jam 01.00 hari berikutnya.
Ingin mencicipi Ouzi Rice yang sedikit pedas dengan daging domba atau Samak Bi Tahina, daging ikan kakap yang dipotong tipis segar menyehatkan? Kedua masakan khas Jordania tadi bisa Anda cicipi untuk berbuka!