Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan pimpinan TNI dan Kepolisian RI menindak tegas oknum TNI yang membakar markas Polres Ogan Komering Ulu. Pimpinan kedua institusi diminta berkoordinasi."Pangdam dan Kapolda segera turun tangan langsung mengatasi situasi," kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di Budapest, Hungaria, kemarin.
Nursaid harus menanggung utang puluhan juta rupiah setelah ditipu Briptu Sri Margiono. Tetapi jaksa memenjarakan orang tua Nursaid dengan tuduhan mencuri komputer milik polisi tersebut.
"Ada 16 tahanan yang lepas, 16 orang dan enam orang dititipkan di Koramil. Pelayanan untuk sementara waktu dialihkan ke polsek-polsek terdekat," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius.
"Empat orang terluka dan dua luka parah, belum ada yang meninggal. Kapolsek Martapura kritis, luka karena ditusuk," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius.
Markas Besar Polri menyesalkan tindakan yang hampir 100 orang oknum prajurit TNI yang membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, Sumsel. Tindakan brutal tersebut dinyatakan tanpa diketahui pimpinan mereka.
Kasus penipuan Rp 170 juta oleh Briptu Sri Margiono terhadap Slamet dan Muntamah berbalik arah. Sri melaporkan balik dengan tuduhan pencurian dan jaksa menahan sepasang petani itu.
Polisi berhasil menangkap pelaku prostitusi online serta penjualan anak di bawah umur. Seorang mahasiswa berinisial HFIF (24 tahun) ditangkap di kawasan Bogor.