Seorang penjual minuman keras (miras) di Banda Aceh dicambuk 38 kali di depan umum. Ini merupakan kasus cambuk perdana bagi penjual minuman memabukkan.
Wawali Banda Aceh, Zainal Arifin, mengatakan, hukuman cambuk dilaksanakan bukan saja untuk menjerakan pelaku, tapi harus jadi pelajaran bagi warga lainnya.